Tuesday, July 30, 2013

Genre Saya Apa Ya?

(Original post 27 September 2012)

Blog ini sudah 300-an posting, dari informasi tentang profil Spongebob sampai puisi yang merupakan penyamaran dari curhat *eaaa ketahuannnn*
Lalu, lalu, dan lalu… saya lantas berpikir kalau blog ini sudah terlalu LUAS!
Kenapa?
Simpel. Saya menulis semuanya disini. Mulai dari melihat orang jadi dirigen, menjadi dirigen, hingga kemudian pintu dorong-tarik sampai cerita pendek. Banyak feedback yang masuk memang dan saya sangat apresiasi soal itu. Blogger macam Om Yahya yang adalah suaminya Tante Yahya pernah ngetwit ke saya untuk mengirim naskah ke penerbit untuk dibukukan. Saya sih mau, mau banget. Tapi… saya mau nulis macam apa?
Salah satu masalah saya adalah saya belum punya jatidiri sama sekali dalam kepenulisan. Tulisan saya itu romance nanggung, galau nanggung, lucu juga terkadang nanggung. Sejujurnya nih, saya paling suka cara Andrea Hirata membawakan cerita. Seperti itu saya merasa ‘gue banget’ tapi dalam level rendaaaahhhh banget.. Hehehe..
Kalau dipikir-pikir ini sih sudah dari jaman dulu.
Waktu SMA, pas rajin-rajinnya nulis surat pembaca yang dapat kaos di BOLA, saya menulis dalam ‘genre’ pembahasan statistik dari sisi yang unik. Ada lah yang misalnya tentang absennya  Jerome Rothen dan pengaruhnya pada final Liga Champion 2004. Ada juga soal tim-tim Il Sette Magnifico yang kemudian kalah kandang semua dalam 1 musim. Ya sejenis itu. Kaos dan topi adalah apresiasi besar kala itu.
Saya ingin menulis politik, tapi gagal melulu. Saya malah berhasil waktu menulis tentang PENANGGULANGAN PENIPISAN LAPISAN OZON, dengan sebuah ide absurd yang sekarang saya heran kok pernah menang (juara 3). Politik sih pernah, jadi pemenang harapan di PDIP. Ehm, pernah juga waktu di UPN Veteran tentang Singkong.
Saya itu nggak bakat nge-fiksi, dan satu-satunya fiksi saya yang diakui adalah cerpen ‘KETIKA HAKIM AKHIRAT NGAMBEK’ yang masuk nominator di lomba Cerpen se-USD. Hey! Itu cerpen kalau saya masukin media, saya bisa dicap kafir. Bener dah. Jadi saya diamkan saja. Lagipula disket yang menyimpannya sudah hilang.
Dan jauhhhhhh berikutnyaaaaa baru saya menulis lagi.
Nah, coba klik kategori cerita pendek di blog ini, kamu pasti menemukan berbagai jenis cerita. Ada yang GALAU maksimal dan memang sedih beneran. Ada yang metafora (lihat Sepotong Senja Untukmu), ada yang memang niat ngelucu, ada yang mencoba menyisipkan pesan moral. Hmmmm..
Nah, dalam pencarian jati diri saya malah bingung. Saya ini penulis sudut pandang, penulis informasi, penulis fiksi, galau, atau apa?
Kalau mengacu pada 2 karya saya yang masuk buku (cek sebelah kanan blog ini), ya komedi galau. Tapi soal perihal komedi ini saya nggak terlalu bisa lancar. Kalau soal galau? Bahkan ada yang bilang galau itu nama tengah saya.
So? Sobat, adakah masukan? Mohon bantuannya ya, dengan klik polling di sebelah kanan atas blog ini :)
Terima kasih

No comments:

Post a Comment